Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
Sumber: IG
Jakarta merupakan pusat aktivitas masyarakat dengan berbagai kegiatan yang berlangsung setiap hari. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, situasi Jakarta yang aman, tertib, dan kondusif menjadi salah satu hal penting agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman.
Kondisi Jakarta Aman dapat terlihat dari berbagai aktivitas masyarakat yang tetap berjalan seperti biasa. Transportasi publik beroperasi dan digunakan masyarakat untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, pusat perbelanjaan, maupun berbagai lokasi aktivitas lainnya dapat dilakukan dengan tertib dan nyaman.
Di sektor perkantoran dan perekonomian, kegiatan bisnis serta pelayanan publik juga terus berjalan. Pusat perbelanjaan, pasar, dan berbagai tempat usaha tetap menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa roda perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat tetap bergerak secara normal.
Dalam bidang pendidikan, kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun perguruan tinggi dapat berlangsung sebagaimana mestinya.
Sumber: media
Para pelajar dan mahasiswa dapat menjalankan kegiatan pendidikan, sementara para tenaga pendidik melaksanakan tugasnya dalam suasana yang aman dan mendukung proses pembelajaran.
Ruang publik juga menjadi bagian penting dalam kehidupan warga Jakarta. Taman, kawasan terbuka, dan fasilitas umum dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, berekreasi, berkumpul, serta bersosialisasi. Penggunaan ruang publik secara tertib menciptakan suasana kota yang lebih nyaman dan harmonis.
Selain itu, kegiatan keagamaan juga dapat dilaksanakan dengan aman dan khidmat. Masyarakat dari berbagai latar belakang dapat menjalankan aktivitas keagamaannya dengan tetap menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan toleransi.
Jakarta Aman bukan hanya tentang terbebas dari gangguan keamanan, tetapi juga tentang terciptanya rasa nyaman, ketertiban, dan kepedulian di tengah masyarakat. Setiap warga memiliki peran dalam menjaga lingkungan, menghormati sesama, menaati aturan, serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketenteraman bersama.
Dengan semangat kebersamaan, persatuan, dan saling menghargai, Jakarta dapat terus menjadi kota yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama.
Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
Sumber: IG
Jakarta merupakan pusat aktivitas masyarakat dengan berbagai kegiatan yang berlangsung setiap hari. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, situasi Jakarta yang aman, tertib, dan kondusif menjadi salah satu hal penting agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman.
Kondisi Jakarta Aman dapat terlihat dari berbagai aktivitas masyarakat yang tetap berjalan seperti biasa. Transportasi publik beroperasi dan digunakan masyarakat untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, pusat perbelanjaan, maupun berbagai lokasi aktivitas lainnya dapat dilakukan dengan tertib dan nyaman.
Di sektor perkantoran dan perekonomian, kegiatan bisnis serta pelayanan publik juga terus berjalan. Pusat perbelanjaan, pasar, dan berbagai tempat usaha tetap menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa roda perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat tetap bergerak secara normal.
Dalam bidang pendidikan, kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun perguruan tinggi dapat berlangsung sebagaimana mestinya.
Sumber: media
Para pelajar dan mahasiswa dapat menjalankan kegiatan pendidikan, sementara para tenaga pendidik melaksanakan tugasnya dalam suasana yang aman dan mendukung proses pembelajaran.
Ruang publik juga menjadi bagian penting dalam kehidupan warga Jakarta. Taman, kawasan terbuka, dan fasilitas umum dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, berekreasi, berkumpul, serta bersosialisasi. Penggunaan ruang publik secara tertib menciptakan suasana kota yang lebih nyaman dan harmonis.
Selain itu, kegiatan keagamaan juga dapat dilaksanakan dengan aman dan khidmat. Masyarakat dari berbagai latar belakang dapat menjalankan aktivitas keagamaannya dengan tetap menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan toleransi.
Jakarta Aman bukan hanya tentang terbebas dari gangguan keamanan, tetapi juga tentang terciptanya rasa nyaman, ketertiban, dan kepedulian di tengah masyarakat. Setiap warga memiliki peran dalam menjaga lingkungan, menghormati sesama, menaati aturan, serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketenteraman bersama.
Dengan semangat kebersamaan, persatuan, dan saling menghargai, Jakarta dapat terus menjadi kota yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama.
Terbang dengan Pesawat Khusus, Polri Kerahkan 10 K9 SAR Berpengalaman ke Flores, Misi Pencarian Korban
Jakarta, 16 Agustus 2026 — Polri kembali bergerak cepat memperkuat pencarian korban pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 10 K9 SAR berpengalaman dari Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri diterbangkan menggunakan pesawat khusus CN-295 Polri P-4501 dengan rute tersendiri Pondok Cabe–Labuan Bajo.
Penerbangan dipimpin Kapten Penerbang Kp M. Rahman dan Kp Hendri S, bersama lima kru lainnya. Pesawat dijadwalkan berangkat dari Pondok Cabe pukul 12.15 WIB dan tiba di Labuan Bajo sekitar 17.05 WITA.
Penggunaan pesawat khusus dengan rute tersendiri dilakukan untuk mempercepat pergeseran kemampuan SAR Polri. Selain membawa 10 K9, pesawat juga mengangkut perlengkapan operasional dan bantuan logistik untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.
Sebanyak 21 personel Ditpolsatwa diberangkatkan untuk mendukung operasional 10 K9. Tim dipimpin Iptu Erasmus selaku Katim K9, dengan dukungan Ipda drh. Linda dan Aipda Triyo sebagai tenaga veteriner. Personel lainnya terdiri dari handler dan pelindung yang bertugas mendampingi K9 serta memastikan keamanan tim selama operasi. Setiap K9 didampingi handler yang memahami karakter dan kemampuan masing-masing, sehingga kemampuan K9 dapat dioptimalkan dalam proses pencarian korban di lapangan.
Sepuluh K9 yang diterjunkan terdiri dari Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, Sita, Koni, Kyara, Gejlon, dan Gizi. Mereka memiliki kemampuan Canine Search and Rescue (CSAR) untuk membantu pencarian korban serta cadaver, yaitu kemampuan mendeteksi aroma khas yang berasal dari tubuh manusia yang telah meninggal dunia.
Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan dalam kondisi bencana ketika korban berada di bawah reruntuhan, tertutup material, atau berada di lokasi yang sulit ditemukan secara visual.
BERPENGALAMAN DALAM OPERASI BENCANA
Pengerahan kali ini juga diperkuat pengalaman K9 Ditpolsatwa dalam penanganan bencana di Sumatera pada 2025.
Pada Desember 2025, Unit SAR K9 Ditpolsatwa dikerahkan dalam pencarian korban bencana di Sumatera Utara. Empat K9, yakni Walet, Ari, Rubin, dan Dasa, digunakan untuk menyisir area bantaran sungai dan lokasi yang diduga menjadi tempat korban tertimbun material maupun hanyut terbawa arus.
Dalam operasi tersebut, K9 memberikan indikasi titik penting yang kemudian ditindaklanjuti tim gabungan hingga ditemukan korban.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi tim yang kini kembali bergerak ke Flores. K9 tidak bekerja sendiri, tetapi menjadi bagian dari tim SAR yang didukung handler, tenaga veteriner, personel pelindung, dan unsur terkait di lapangan.
DIBAGI TIGA REGU
Setelah apel pelepasan yang dipimpin Dirpolsatwa, tim melakukan loading perlengkapan dan dibagi menjadi tiga regu untuk melaksanakan tugas BKO di wilayah hukum Polda NTT.
Pembagian regu memungkinkan kemampuan K9 dikerahkan secara fleksibel sesuai kebutuhan pencarian dan hasil asesmen di lapangan.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan awal antara lain Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun, tim dapat digeser ke wilayah lain berdasarkan perkembangan situasi dan kebutuhan Polda NTT.
KECEPATAN JADI PRIORITAS
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa kecepatan menjadi salah satu hal yang paling utama dalam penanganan bencana.
“Kecepatan merupakan salah satu hal yang paling utama. Pagi ini kami kembali memberangkatkan tim tersebut. Nantinya pembagian tugas akan dilakukan melalui koordinasi dan komunikasi dengan Polda NTT,” ujar Trunoyudo.
Trunoyudo mengatakan Polri memahami bahwa proses pencarian sangat dibutuhkan masyarakat terdampak.
“Kami memahami betul dan sama-sama berempati bahwa proses pencarian sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sana. Yang paling utama adalah bagaimana Polri dapat memberikan evakuasi dan penyelamatan bagi korban yang masih selamat,” kata Trunoyudo.
Ia menambahkan, tim K9 akan diarahkan sesuai kebutuhan wilayah.
“Ada beberapa daerah yang menjadi prioritas untuk dilakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban, yaitu Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun demikian, apabila terdapat daerah lain yang juga membutuhkan bantuan, tentu kami akan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban sesuai kebutuhan,” jelasnya.
BAWA 3,4 TON LOGISTIK
Selain 10 K9 dan 21 personel, pesawat CN-295 P-4501 membawa 10 kennel box K9, empat box perlengkapan tim dan pakan K9, serta berbagai bantuan logistik.
Total muatan mencapai sekitar 3.411 kilogram atau 3,4 ton, terdiri dari 45 dus makanan siap saji, 10 unit Wontech, 409 kilogram obat-obatan bantuan, 60 kilogram banner dan stiker, serta perlengkapan lainnya.
Setibanya di Labuan Bajo, tim akan langsung berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi penugasan dan prioritas pencarian.
Penggunaan pesawat khusus dengan rute tersendiri menjadi bagian dari langkah percepatan Polri agar kemampuan K9, personel pendukung, serta perlengkapan dapat segera tiba dan digunakan di wilayah operasi.
Polri memastikan dukungan kemanusiaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan kebutuhan dan hasil kurasi di lapangan.
K9 berpengalaman terbang dengan pesawat khusus. 21 personel mendampingi. Satu misi: mempercepat pencarian korban dan membantu masyarakat Flores terdampak gempa
Tribratanews.polri.go.id – Sumatera Selatan. Komitmen Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kembali mendapat apresiasi. Berbagai program yang dilaksanakan Polda Sumatera Selatan bersama Polres Pagar Alam, mulai dari penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan keamanan lingkungan, dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kota Pagar Alam.
Program tersebut meliputi pembangunan dua sumur bor di Kelurahan Talang Camai dan Desa Petani, Kelurahan Alun Dua, renovasi Jembatan Merah Putih di Talang Sri Tanjung, Desa Meringang, Kelurahan Perjaya, serta pembangunan Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di Sumber Jaya, Kelurahan Candi Jaya. Seluruh program tersebut merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan sosial.
Norizizon, warga Kelurahan Talang Camai, bersama Subianto dari Desa Petani mengungkapkan bahwa sebelum dibangunnya sumur bor, masyarakat kerap mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama saat musim kemarau. Air yang tersedia sering kali keruh bahkan tidak mengalir sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari. Dilansir dari TBN Sumsel, Sabtu (1/8/27).
“Bantuan sumur bor ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga maupun rumah ibadah seperti berwudu. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumsel beserta jajaran yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat. Semoga bantuan ini menjadi amal jariah yang manfaatnya terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Norizizon.
Apresiasi serupa disampaikan masyarakat Desa Meringang atas renovasi Jembatan Merah Putih yang selama ini menjadi akses utama warga menuju kawasan perkebunan. Jembatan gantung tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya untuk mengangkut hasil panen kopi.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumatera Selatan dan Bapak Kapolres Pagar Alam yang telah membantu merenovasi jembatan gantung ini. Kini masyarakat jauh lebih mudah dan aman membawa hasil pertanian dari kebun sehingga aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar,” ujar perwakilan warga Desa Meringang.
Sementara itu, Haryanto, warga Sumber Jaya, mengaku pembangunan Pos Kamling telah memberikan dampak positif terhadap keamanan lingkungan. Sebelumnya, masyarakat sering mengalami kehilangan hasil perkebunan, khususnya kopi, akibat maraknya pencurian.
“Berkat kerja sama Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, camat, dan masyarakat, kini telah berdiri Pos Kamling di lingkungan kami. Alhamdulillah, situasi menjadi lebih aman dan masyarakat merasa lebih tenang dalam menjaga hasil perkebunan,” ujar Haryanto.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan implementasi nyata kehadiran Polri yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat.
“Program sumur bor, renovasi Jembatan Merah Putih, dan pembangunan Pos Kamling merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Sesuai arahan Bapak Kapolda Sumatera Selatan, Polri harus hadir memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat, baik melalui penyediaan sarana air bersih, pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi, maupun penguatan keamanan lingkungan. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program-program tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.
Berbagai testimoni masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa program-program sosial yang digagas Polda Sumatera Selatan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga. Air bersih yang kini mengalir, jembatan yang kembali memperlancar distribusi hasil pertanian, serta Pos Kamling yang meningkatkan rasa aman menjadi cerminan kehadiran Polri yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Melalui semangat Polri Presisi, Polda Sumatera Selatan akan terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan solusi nyata yang mendukung pembangunan daerah, memperkokoh ketahanan sosial, serta mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, maju, dan sejahtera.
Program Sumur Bor, Jembatan Merah Putih, dan Pos Kamling Polda Sumsel Dirasakan Langsung Masyarakat
⠀
PAGAR ALAM — Komitmen Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kembali mendapat apresiasi. Berbagai program yang dilaksanakan Polda Sumatera Selatan bersama Polres Pagar Alam, mulai dari penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan keamanan lingkungan, dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kota Pagar Alam, Kamis (30/7/2026).
Program tersebut meliputi pembangunan dua sumur bor di Kelurahan Talang Camai dan Desa Petani, Kelurahan Alun Dua, renovasi Jembatan Merah Putih di Talang Sri Tanjung, Desa Meringang, Kelurahan Perjaya, serta pembangunan Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di Sumber Jaya, Kelurahan Candi Jaya. Seluruh program tersebut merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan sosial.
Norizizon, warga Kelurahan Talang Camai, bersama Subianto dari Desa Petani mengungkapkan bahwa sebelum dibangunnya sumur bor, masyarakat kerap mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama saat musim kemarau. Air yang tersedia sering kali keruh bahkan tidak mengalir sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari.
“Bantuan sumur bor ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga maupun rumah ibadah seperti berwudu. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumsel beserta jajaran yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat. Semoga bantuan ini menjadi amal jariah yang manfaatnya terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Norizizon.
Apresiasi serupa disampaikan masyarakat Desa Meringang atas renovasi Jembatan Merah Putih yang selama ini menjadi akses utama warga menuju kawasan perkebunan. Jembatan gantung tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya untuk mengangkut hasil panen kopi.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumatera Selatan dan Bapak Kapolres Pagar Alam yang telah membantu merenovasi jembatan gantung ini. Kini masyarakat jauh lebih mudah dan aman membawa hasil pertanian dari kebun sehingga aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar,” ujar perwakilan warga Desa Meringang.
Sementara itu, Haryanto, warga Sumber Jaya, mengaku pembangunan Pos Kamling telah memberikan dampak positif terhadap keamanan lingkungan. Sebelumnya, masyarakat sering mengalami kehilangan hasil perkebunan, khususnya kopi, akibat maraknya pencurian.
“Berkat kerja sama Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, camat, dan masyarakat, kini telah berdiri Pos Kamling di lingkungan kami. Alhamdulillah, situasi menjadi lebih aman dan masyarakat merasa lebih tenang dalam menjaga hasil perkebunan,” kata Haryanto.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan implementasi nyata kehadiran Polri yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat.
“Program sumur bor, renovasi Jembatan Merah Putih, dan pembangunan Pos Kamling merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Sesuai arahan Bapak Kapolda Sumatera Selatan, Polri harus hadir memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat, baik melalui penyediaan sarana air bersih, pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi, maupun penguatan keamanan lingkungan. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program-program tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.
Berbagai testimoni masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa program-program sosial yang digagas Polda Sumatera Selatan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga. Air bersih yang kini mengalir, jembatan yang kembali memperlancar distribusi hasil pertanian, serta Pos Kamling yang meningkatkan rasa aman menjadi cerminan kehadiran Polri yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Melalui semangat Polri Presisi, Polda Sumatera Selatan akan terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan solusi nyata yang mendukung pembangunan daerah, memperkokoh ketahanan sosial, serta mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, maju, dan sejahtera.
Kepedulian Polda Sumsel Berbuah Apresiasi, Warga Nilai Program Polri Tepat Sasaran
Dok. TBN
Tribratanews.polri.go.id – Sumatera Selatan. Komitmen Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kembali mendapat apresiasi. Berbagai program yang dilaksanakan Polda Sumatera Selatan bersama Polres Pagar Alam, mulai dari penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan keamanan lingkungan, dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kota Pagar Alam.
Program tersebut meliputi pembangunan dua sumur bor di Kelurahan Talang Camai dan Desa Petani, Kelurahan Alun Dua, renovasi Jembatan Merah Putih di Talang Sri Tanjung, Desa Meringang, Kelurahan Perjaya, serta pembangunan Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di Sumber Jaya, Kelurahan Candi Jaya. Seluruh program tersebut merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan sosial.
Norizizon, warga Kelurahan Talang Camai, bersama Subianto dari Desa Petani mengungkapkan bahwa sebelum dibangunnya sumur bor, masyarakat kerap mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama saat musim kemarau. Air yang tersedia sering kali keruh bahkan tidak mengalir sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari. Dilansir dari TBN Sumsel, Sabtu (1/8/27).
“Bantuan sumur bor ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga maupun rumah ibadah seperti berwudu. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumsel beserta jajaran yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat. Semoga bantuan ini menjadi amal jariah yang manfaatnya terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Norizizon.
Apresiasi serupa disampaikan masyarakat Desa Meringang atas renovasi Jembatan Merah Putih yang selama ini menjadi akses utama warga menuju kawasan perkebunan. Jembatan gantung tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya untuk mengangkut hasil panen kopi.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumatera Selatan dan Bapak Kapolres Pagar Alam yang telah membantu merenovasi jembatan gantung ini. Kini masyarakat jauh lebih mudah dan aman membawa hasil pertanian dari kebun sehingga aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar,” ujar perwakilan warga Desa Meringang.
Sementara itu, Haryanto, warga Sumber Jaya, mengaku pembangunan Pos Kamling telah memberikan dampak positif terhadap keamanan lingkungan. Sebelumnya, masyarakat sering mengalami kehilangan hasil perkebunan, khususnya kopi, akibat maraknya pencurian.
“Berkat kerja sama Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, camat, dan masyarakat, kini telah berdiri Pos Kamling di lingkungan kami. Alhamdulillah, situasi menjadi lebih aman dan masyarakat merasa lebih tenang dalam menjaga hasil perkebunan,” ujar Haryanto.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan implementasi nyata kehadiran Polri yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat.
“Program sumur bor, renovasi Jembatan Merah Putih, dan pembangunan Pos Kamling merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Sesuai arahan Bapak Kapolda Sumatera Selatan, Polri harus hadir memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat, baik melalui penyediaan sarana air bersih, pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi, maupun penguatan keamanan lingkungan. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program-program tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.
Berbagai testimoni masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa program-program sosial yang digagas Polda Sumatera Selatan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga. Air bersih yang kini mengalir, jembatan yang kembali memperlancar distribusi hasil pertanian, serta Pos Kamling yang meningkatkan rasa aman menjadi cerminan kehadiran Polri yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Melalui semangat Polri Presisi, Polda Sumatera Selatan akan terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan solusi nyata yang mendukung pembangunan daerah, memperkokoh ketahanan sosial, serta mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, maju, dan sejahtera.
Kepedulian Polda Sumsel Berbuah Apresiasi, Warga Nilai Program Polri Tepat Sasaran
Dok. TBN
Tribratanews.polri.go.id – Sumatera Selatan. Komitmen Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kembali mendapat apresiasi. Berbagai program yang dilaksanakan Polda Sumatera Selatan bersama Polres Pagar Alam, mulai dari penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan keamanan lingkungan, dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kota Pagar Alam.
Program tersebut meliputi pembangunan dua sumur bor di Kelurahan Talang Camai dan Desa Petani, Kelurahan Alun Dua, renovasi Jembatan Merah Putih di Talang Sri Tanjung, Desa Meringang, Kelurahan Perjaya, serta pembangunan Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di Sumber Jaya, Kelurahan Candi Jaya. Seluruh program tersebut merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan sosial.
Norizizon, warga Kelurahan Talang Camai, bersama Subianto dari Desa Petani mengungkapkan bahwa sebelum dibangunnya sumur bor, masyarakat kerap mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama saat musim kemarau. Air yang tersedia sering kali keruh bahkan tidak mengalir sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari. Dilansir dari TBN Sumsel, Sabtu (1/8/27).
“Bantuan sumur bor ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga maupun rumah ibadah seperti berwudu. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumsel beserta jajaran yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat. Semoga bantuan ini menjadi amal jariah yang manfaatnya terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Norizizon.
Apresiasi serupa disampaikan masyarakat Desa Meringang atas renovasi Jembatan Merah Putih yang selama ini menjadi akses utama warga menuju kawasan perkebunan. Jembatan gantung tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya untuk mengangkut hasil panen kopi.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumatera Selatan dan Bapak Kapolres Pagar Alam yang telah membantu merenovasi jembatan gantung ini. Kini masyarakat jauh lebih mudah dan aman membawa hasil pertanian dari kebun sehingga aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar,” ujar perwakilan warga Desa Meringang.
Sementara itu, Haryanto, warga Sumber Jaya, mengaku pembangunan Pos Kamling telah memberikan dampak positif terhadap keamanan lingkungan. Sebelumnya, masyarakat sering mengalami kehilangan hasil perkebunan, khususnya kopi, akibat maraknya pencurian.
“Berkat kerja sama Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, camat, dan masyarakat, kini telah berdiri Pos Kamling di lingkungan kami. Alhamdulillah, situasi menjadi lebih aman dan masyarakat merasa lebih tenang dalam menjaga hasil perkebunan,” ujar Haryanto.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan implementasi nyata kehadiran Polri yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat.
“Program sumur bor, renovasi Jembatan Merah Putih, dan pembangunan Pos Kamling merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Sesuai arahan Bapak Kapolda Sumatera Selatan, Polri harus hadir memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat, baik melalui penyediaan sarana air bersih, pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi, maupun penguatan keamanan lingkungan. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program-program tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.
Berbagai testimoni masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa program-program sosial yang digagas Polda Sumatera Selatan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga. Air bersih yang kini mengalir, jembatan yang kembali memperlancar distribusi hasil pertanian, serta Pos Kamling yang meningkatkan rasa aman menjadi cerminan kehadiran Polri yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Melalui semangat Polri Presisi, Polda Sumatera Selatan akan terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan solusi nyata yang mendukung pembangunan daerah, memperkokoh ketahanan sosial, serta mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, maju, dan sejahtera.
Kepedulian Polda Sumsel Berbuah Apresiasi Dari Warga, Nilai Program Polri Tepat Sasaran
Dok. TBN
Tribratanews.polri.go.id – Sumatera Selatan. Komitmen Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kembali mendapat apresiasi. Berbagai program yang dilaksanakan Polda Sumatera Selatan bersama Polres Pagar Alam, mulai dari penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan keamanan lingkungan, dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kota Pagar Alam.
Program tersebut meliputi pembangunan dua sumur bor di Kelurahan Talang Camai dan Desa Petani, Kelurahan Alun Dua, renovasi Jembatan Merah Putih di Talang Sri Tanjung, Desa Meringang, Kelurahan Perjaya, serta pembangunan Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di Sumber Jaya, Kelurahan Candi Jaya. Seluruh program tersebut merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan sosial.
Norizizon, warga Kelurahan Talang Camai, bersama Subianto dari Desa Petani mengungkapkan bahwa sebelum dibangunnya sumur bor, masyarakat kerap mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama saat musim kemarau. Air yang tersedia sering kali keruh bahkan tidak mengalir sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari. Dilansir dari TBN Sumsel, Sabtu (1/8/27).
“Bantuan sumur bor ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga maupun rumah ibadah seperti berwudu. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumsel beserta jajaran yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat. Semoga bantuan ini menjadi amal jariah yang manfaatnya terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Norizizon.
Apresiasi serupa disampaikan masyarakat Desa Meringang atas renovasi Jembatan Merah Putih yang selama ini menjadi akses utama warga menuju kawasan perkebunan. Jembatan gantung tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya untuk mengangkut hasil panen kopi.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumatera Selatan dan Bapak Kapolres Pagar Alam yang telah membantu merenovasi jembatan gantung ini. Kini masyarakat jauh lebih mudah dan aman membawa hasil pertanian dari kebun sehingga aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar,” ujar perwakilan warga Desa Meringang.
Sementara itu, Haryanto, warga Sumber Jaya, mengaku pembangunan Pos Kamling telah memberikan dampak positif terhadap keamanan lingkungan. Sebelumnya, masyarakat sering mengalami kehilangan hasil perkebunan, khususnya kopi, akibat maraknya pencurian.
“Berkat kerja sama Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, camat, dan masyarakat, kini telah berdiri Pos Kamling di lingkungan kami. Alhamdulillah, situasi menjadi lebih aman dan masyarakat merasa lebih tenang dalam menjaga hasil perkebunan,” ujar Haryanto.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan implementasi nyata kehadiran Polri yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat.
“Program sumur bor, renovasi Jembatan Merah Putih, dan pembangunan Pos Kamling merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Sesuai arahan Bapak Kapolda Sumatera Selatan, Polri harus hadir memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat, baik melalui penyediaan sarana air bersih, pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi, maupun penguatan keamanan lingkungan. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program-program tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.
Berbagai testimoni masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa program-program sosial yang digagas Polda Sumatera Selatan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga. Air bersih yang kini mengalir, jembatan yang kembali memperlancar distribusi hasil pertanian, serta Pos Kamling yang meningkatkan rasa aman menjadi cerminan kehadiran Polri yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Melalui semangat Polri Presisi, Polda Sumatera Selatan akan terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan solusi nyata yang mendukung pembangunan daerah, memperkokoh ketahanan sosial, serta mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, maju, dan sejahtera.
Kepedulian Polda Sumsel Berbuah Apresiasi, Warga Nilai Program Polri Tepat Sasaran
Dok. TBN
Tribratanews.polri.go.id – Sumatera Selatan. Komitmen Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kembali mendapat apresiasi. Berbagai program yang dilaksanakan Polda Sumatera Selatan bersama Polres Pagar Alam, mulai dari penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan keamanan lingkungan, dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kota Pagar Alam.
Program tersebut meliputi pembangunan dua sumur bor di Kelurahan Talang Camai dan Desa Petani, Kelurahan Alun Dua, renovasi Jembatan Merah Putih di Talang Sri Tanjung, Desa Meringang, Kelurahan Perjaya, serta pembangunan Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di Sumber Jaya, Kelurahan Candi Jaya. Seluruh program tersebut merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan sosial.
Norizizon, warga Kelurahan Talang Camai, bersama Subianto dari Desa Petani mengungkapkan bahwa sebelum dibangunnya sumur bor, masyarakat kerap mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama saat musim kemarau. Air yang tersedia sering kali keruh bahkan tidak mengalir sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari. Dilansir dari TBN Sumsel, Sabtu (1/8/27).
“Bantuan sumur bor ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga maupun rumah ibadah seperti berwudu. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumsel beserta jajaran yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat. Semoga bantuan ini menjadi amal jariah yang manfaatnya terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Norizizon.
Apresiasi serupa disampaikan masyarakat Desa Meringang atas renovasi Jembatan Merah Putih yang selama ini menjadi akses utama warga menuju kawasan perkebunan. Jembatan gantung tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya untuk mengangkut hasil panen kopi.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumatera Selatan dan Bapak Kapolres Pagar Alam yang telah membantu merenovasi jembatan gantung ini. Kini masyarakat jauh lebih mudah dan aman membawa hasil pertanian dari kebun sehingga aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar,” ujar perwakilan warga Desa Meringang.
Sementara itu, Haryanto, warga Sumber Jaya, mengaku pembangunan Pos Kamling telah memberikan dampak positif terhadap keamanan lingkungan. Sebelumnya, masyarakat sering mengalami kehilangan hasil perkebunan, khususnya kopi, akibat maraknya pencurian.
“Berkat kerja sama Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, camat, dan masyarakat, kini telah berdiri Pos Kamling di lingkungan kami. Alhamdulillah, situasi menjadi lebih aman dan masyarakat merasa lebih tenang dalam menjaga hasil perkebunan,” ujar Haryanto.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan implementasi nyata kehadiran Polri yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat.
“Program sumur bor, renovasi Jembatan Merah Putih, dan pembangunan Pos Kamling merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Sesuai arahan Bapak Kapolda Sumatera Selatan, Polri harus hadir memberikan manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat, baik melalui penyediaan sarana air bersih, pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi, maupun penguatan keamanan lingkungan. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program-program tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.
Berbagai testimoni masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa program-program sosial yang digagas Polda Sumatera Selatan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga. Air bersih yang kini mengalir, jembatan yang kembali memperlancar distribusi hasil pertanian, serta Pos Kamling yang meningkatkan rasa aman menjadi cerminan kehadiran Polri yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Melalui semangat Polri Presisi, Polda Sumatera Selatan akan terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan solusi nyata yang mendukung pembangunan daerah, memperkokoh ketahanan sosial, serta mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, maju, dan sejahtera.
Kapolda Sumsel dan Wali Kota Pagar Alam Gelar Tanam Perdana Bawang Putih
PAGAR ALAM — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional sebagai bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan tanam perdana bawang putih yang dipimpin langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah, S.T., di lahan milik Pemerintah Kota Pagar Alam, Kamis (30/7/2026).
Sebanyak 1.400 kilogram bibit bawang putih ditanam di atas lahan seluas dua hektare sebagai langkah awal pengembangan sentra bawang putih di Sumatera Selatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kemandirian pangan, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat dan para petani di Kota Pagar Alam.
Gagasan pengembangan komoditas bawang putih tersebut berawal dari diskusi antara Kapolda Sumatera Selatan dan Wali Kota Pagar Alam pada momentum silaturahmi Idulfitri. Melihat kesamaan karakteristik agroklimat dan kondisi geografis dengan daerah penghasil bawang putih di Provinsi Lampung, Pagar Alam dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu sentra produksi bawang putih di Indonesia.
Dalam sambutannya, Kapolda Sumatera Selatan mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Pagar Alam yang langsung merealisasikan gagasan tersebut melalui penyediaan lahan, penerapan teknologi pertanian, serta pembinaan kepada kelompok tani.
“Bapak Wali Kota merupakan sosok eksekutor lapangan yang luar biasa. Gagasan yang kita diskusikan langsung diwujudkan melalui penyediaan lahan dua hektare, penerapan teknologi pertanian, hingga edukasi kepada kelompok tani mengenai pengelolaan pupuk dan antisipasi hama. Inilah bentuk kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Kapolda juga menekankan bahwa budidaya bawang putih memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi sehingga memerlukan pendampingan yang berkelanjutan. Untuk itu, ia mendorong agar kelompok tani di Pagar Alam melakukan studi banding ke Provinsi Lampung guna mempelajari teknik budidaya yang telah berhasil diterapkan.
“Kami berharap kelompok tani dapat belajar langsung dari daerah yang telah berhasil mengembangkan bawang putih. Dengan demikian, 1,4 ton bibit yang ditanam hari ini dapat menghasilkan panen yang optimal sekaligus menjadi awal lahirnya sentra bawang putih baru di Sumatera Selatan,” tambah Kapolda.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga mengungkapkan bahwa Pagar Alam menjadi daerah yang bergerak lebih cepat dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.
“Hari ini kita sudah mulai menanam, sementara instruksi resmi dari Bapak Kapolri kepada seluruh jajaran Polda se-Indonesia baru akan disampaikan pada sore hari. Artinya, Pagar Alam telah menunjukkan kesiapan dan semangat luar biasa dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkap Kapolda yang disambut antusias para peserta kegiatan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan implementasi nyata Polri Presisi yang hadir mendukung pembangunan nasional melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kegiatan tanam perdana ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif turun ke lapangan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi ketahanan nasional,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat, sehingga Polri akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga stabilitas keamanan yang kondusif bagi pembangunan daerah.
Melalui penanaman perdana bawang putih di Kota Pagar Alam, Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu melahirkan sentra produksi bawang putih baru di Sumatera Selatan, memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya pembangunan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.